Senin, 06 Juni 2011

TROPICAL HOUSE

sebuah konsep yang menyesuikan tempat tinggal dengan iklim di sekitar.........
Konsep ini dikembangkan pada
Rumah satu lantai untuk 4 orang (Ayah, Ibu, dan 2 Anak) Pada lahan 200 m2,dari luas lahan tersebut 60 % untuk penghijauan serta dirancang untuk daerah urban,nah.....ini salah satu solusi buat anda yang tinggal di pemukiman yang padat dapat menerapkan konsep ini dan pastinya Rumah akan menjadi surga dunia untuk anda......

DENAH RUMAH


GAMBAR GAMBAR EKTERIOR



GAMBAR GAMBAR INTERIOR



Konsep Perencanaan :

1. Rumah satu lantai untuk 4 orang (Ayah, Ibu, dan 2 Anak).

2. Rumah direncanakan akan berdiri pada daerah Urban.

3. Luas Lahan = 200 m2

4. Tema : “Tropical House”

5. Hal-hal yang mendukung perencanaan :


a) Aspek Konsumsi Energi (Listrik)
Dalam desain ini konsumsi Energi (Listrik) diminimalisir melalui beberapa cara, yaitu :

I. Penggunaan jendela kaca tinggi yang bisa dibuka.

II. Penggunaan kisi-kisi pada bagian atas jendela/dinding.

III. Plafon yang tinggi.

IV. Bukaan angin pada bagian atap.

V. Tritisan pada setiap jendela.

VI. Penghematan instalasi listrik, dengan cara :

Ø Memakai group listrik yang sederhana dan tidak terlalu banyak.

Ø Letak stopkontak dan saklar dibuat berdekatan.

VII. Menggunakan cat dengan warna terang.


b) Pengolahan Limbah
Ada dua macam limbah yang akan dipermasalahkan, yaitu :

I.
Limbah Organik (daun, sayuran, kertas, dll)
Limbah organik dari rumah tangga dapat diolah menjadi kompos dengan menggunakan composer dan sistem biopori pada taman rumah.

Composer yang digunakan merupakan komposer buatan yang dapat dipindah-pindahkan sehingga tidak memakan lahan dalam penerapannya.Sedangkan sistem biopori diterapkan disekitar taman pada halaman rumah, seperti gambardi bawah.

II. Limbah Cair (gray water dan black water)

Limbah cair (grey water) dari dapur akan langsung dialirkan ke Peresapan. Sedangkan, limbah cair dari WC/Kamar Mandi akan diolah terlebih dahulu pada Septictank Biologis dan selanjutnya dialirkan ke Peresapan. Pada setiap salurannya akan diberikan bak pengontrol dengan jarak maksimum 6 meter. Mengingat tanah merupakan tanah kepasiran, peresapan yang digunakan adalah tipe memanjang.

c)
Aspek Biotis

Pada dasarnya taman berfungsi sebagai penghias rumah, peredam kebisingan, dan debu. Desain taman yang direncanakan menggunakan prinsip Rain Garden, yaitu suatu taman yang sekaligus digunakan sebagai daerah resapan air hujan. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membuat taman ramah lingkungan, diantaranya menanam tanaman berdaun lebar seperti pohon ketapang, pohon biola cantik, atau sejenis family dari pohon jati yang diletakkan pada bagian penyinaran matahari. Hal tersebut didadasari oleh keunggulan pohon-pohon berdaun lebar,yakni dapat mengurangi penguapan air ke udara. Untuk menambah tampilan, diberikan kolam ikan di bagian timur dengan tujuan untuk meyejukkan dan mengharmoniskan suasana halaman rumah.


d)
Kenyamanan dan Kesehatan Penghuni

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penghuni adalah :

I. Kamar utama yang diletakkan di bagian depan dengan jendela kaca menghadap ke halaman,

dapat mempermudah pengawasan terhadap aktivitas sosial di sekitar rumah.

II. Pintu masuk dengan dua akses (pintu depan/ruang tamu dan garasi) memberikan kemudahan

bagi penghuni dalam mengawasi aktivitas keluar masuk rumah.

III. Ruang keluarga yang berdekatan dengan pintu geser kaca timur, akan memberikan kesan sejuk dan nyaman bagi penghuni.

IV. Lokasi kamar mandi yang memiliki kontak langsung dengan cahaya matahari merupakan

kamar mandi yang sehat, karena bebas dari kuman, bakteri danbau tidak sedap.

V. Desain rumah tropis yang tampak modern dan simpel serta lingkungan sekitar yang baik,

dapat membuat rumah terbuka dan mengundang elemen-elemen positif alam untuk mengisi

setiap ruangan.

VI. Penempatan tempat sampah dengan penutup pada halaman depan dapat memberikan kesan rapi, sehat, dan ramah lingkungan.

e)
Aspek Ekonomi

Aspek ekonomis dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu:

I. Efesiensi keramik. Ini dilakukan dengan menyesuaikan dimensi ruangan pada dimensi keramik

yang akan digunakan, sehingga dapat mengurangi pemotongan keramik.

II. Penggunaan batu bata sebagai dinding. Selain murah batu bata juga dapat menyerap panas

,sehingga ruangan akan tetap terasa hangat di malam hari.


Selengkapnya bisa dibaca dan download di sini....

1. Denah Rumah

2. Denah situasi

3. Tampak Muka

4.Tampak Samping

5. Tampak Belakang

6.Tampak Atas

7. Potongan Memanjang

8. Potongan Melintang

9. Konep Perancangan

10. RAB


Perencanaan ini buat dalam rangka mengikuti ecohouse UGM 2011.
Tidak lupa saya ucapkan terimah kasih pada rekan kerja saya dalam perencanaan konsep ini yaitu Erlangga Jihadul Fisabil dan I Kadek Bagus Widana Putra.








2 komentar:

  1. mantap admin. lengkap semua info Enggineering nya . (y)
    terpenuhi semua kebutuhan Jurnal sya .

    BalasHapus